Owner Mimpi Bags Ungkap Modal dan Bahan Baku untuk Bisnis Tas Kanvas

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain tas berbahan kulit, tas berbahan kanvas juga banyak disukai orang. Pasalnya, tas kanvas cenderung kokoh dan lebih mudah dicuci. Ferry Yuliana (53), pemilik bisnis Mimpi Bags di Yogyakarta melihat hal itu sebagai peluang bisnis. Ia melahirkan produk tas kanvas yang ringan dan tidak sakit untuk disampirkan pada bahu. Selain itu, ia juga memoles tas kanvas dengan aneka lukisan, sablon, dan hasil sulaman. Sama seperti bisnis lainnya, untuk merintis bisnis Mimpi Bags, Ferry juga membutuhkan modal.

Kepada Kompas.com, ia mengungkap kisaran modal untuk bisnis tas kanvas dan bahan baku apa saja yang dibutuhkan.

Dapat Bahan Baku dari Pabrik dan Sisa-Sisa di Pasar Untuk membuat produk tas kanvas, Ferry mencari bahan baku yang 100 persen berupa kanvas. Ia bisa mendapatkan bahan kanvas dari pabrik dan bisa juga request jenis kanvas pada pabrik tersebut. "Di pabrik itu bisa request juga. Kaya kemarin ada orang luar negeri yang ingin punya tas kanvas, tapi biji kapuknya kelihatan banyak. Itu bisa dimintakan ke pabriknya," ungkap Ferry melalui telekonferensi, Selasa (21/5/2024). Selain di pabrik, Ferry juga biasa membeli bahan baku dari sisa-sisa kanvas yang murah di pasar. Bahkan, Ferry juga membeli benang yang belum menjadi kain lalu ia tenun sendiri. Baca juga: Dari Hobi Gambar dan Koleksi Tas, Kikie Ciptakan Tas Motif Batik Hingga Berhasil Dipajang di Uniqlo Satu Gulung Kain Kanvas untuk 200 Tas Dalam menyiapkan kain kanvas, Ferry biasanya membutuhkan satu gulung kain kanvas untuk 200 tas. Lalu per minggunya, ia sanggup memproduksi sebanyak 500 tas. "Satu gulung kanvas itu bisa buat 200 tas ya, dan kami per minggunya bisa bikin 500 tas. Terus satu gulung kain itu panjang, 100 meter," paparnya.

Ketika ditanya kapan waktu yang biasa digunakan Ferry untuk mendapatkan bahan baku, ia mengatakan, pembelian bahan kanvas tergantung pada kebutuhan. Apalagi, pabrik akan selalu menyediakan kain kanvas yang dibutuhkannya. "Kalau bahan itu gampang sih. Pabrik sudah siap lengkap. Terus kalau ada order banyak, aku harus siap ambil dalam jumlah yang banyak. Tapi kalau enggak, aku pakai yang kecil, 50 meter," lanjutnya.

Bermodal Rp 20 Juta hingga 25 Juta Untuk mendapatkan bahan baku kanvas serta alat-alat untuk memoles kanvas tersebut, Ferry membutuhkan dana sekitar Rp 20 hingga 25 juta rupiah. Namun, tidak termasuk alat-alat untuk melukis kanvas, karena Ferry menggunakan alat seadanya yang ia punya. "Untuk painting (lukis) gitu pakai kuas seadanya, pakai tangan juga bisa. Terus pakai sikat gigi yang enggak terpakai pun bisa," jelasnya.

Ferry menyebut, dirinya selalu berusaha menggunakan alat yang mudah dan ada di sekitarnya, kecuali untuk sablon.

"Saya ingin bisa membantu orang (untuk bisa kerja) dan pekerjaannya bisa dilakukan di rumah. Akhirnya beli alat sablon. Beli sablon juga murah, ukurannya ada yang kecil, ada yang besar," pungkasnya. Bagaimana, tertarik mulai merintis bisnis tas kanvas? Selamat mencoba.


Instagram Feed
Questions? Let's Chat
image
Need Help? Chat with us
Click one of our representatives below
yasin
I'm Online
andi
I'm Online